Showing posts with label IbuAnak. Show all posts
Showing posts with label IbuAnak. Show all posts

Tuesday, September 4, 2007

Dari bang Mozzart... ke bang Einstein..


Wolfgang Amadeus Mozart, sejauh ini kan emang di kenal sebagai jenius musik klasik tak tertandingi sampai kini. Bahkan musik-musiknya laku keras di komersilkan trutama berkaitan dengan stimulasi otak, di kenal dengan efek Mozart.

Banyak di iklan-iklan susu ibu hamil.. nempelin musik klasik ke perut bumil (ibu hamil) yang katanya bisa merangsang kecerdasan otak bayi, syukur-syukur nanti gedenya bisa berotak encer bak Albert Einstein.

Bagaimana asal muasalnya pendapat itu?
Ini aku copy paste aja persis plek dari bukunya mbak Kathy Pasek.

"Sejarah dari apa yang di sebut sebagai efek Mozzart dimulai dengan sebuah penelitian yang di publikasikan tahun 1993 oleh Prof. Francis Rauscher dkk dari Univ. of Wisconsin di kampus Oshkosh.

Penelitian menunjukkan bahwa setelah mendengarkan musik sonata Mozart selama 10 menit, para mahasiswa berhasil mendapatkan nilai lebih baik pada uji kinerja intelektual.

Prof. Rauscher meminta 79 orang mahasiswanya untuk ikut serta dalam sebuah eksperimen. Dia menguji mereka dengan menggunakan sebuah uji kepandaian Stanford-Binet sebelum dan sesudah mendengarkan Mozart.
'Ujian spasial' yang harus mereka selesaikan memakan waktu beberapa menit saja.

Bayangkan anda melihat pinggiran uang dollar di kertas ujian anda.
Pada gambar ke 2 uang ini dilipat dua, sehingga terlihat seperti bujur sangkar.
Pada gambar ke 3, seseorang telah melipat 2 buah ujungnya sehingga kini terlihat seperti dasi.

Ujian itu lalu menanyakan anda untuk membayangkan bagaimana bentuk uang dollar itu saat anda melipatnya kembali,
dan anda di berikan 5 diagram untuk dipilih.
Ujian melipat kertas ini adalah untuk menguji kemampuan visual spasial anda.

Prof. Rauscher menemukan bahwa mahasiswanya berhasil mendapatkan nilai 9 - 10 angka lebih tinggi pada ujian itu setelah mendengarkan Mozart Sonata for 2 Pianos in D Major, K 448 selama 8 - 24 detik.
Efek itu hanya berlangsung selama 10 - 15 menit.
Namun itulah hasilnya... mendengarkan Mozart telah meningkatkan kemampuan spasial atas sebuah uji kepandaian dalam waktu 10 menit!

Prof. Rauscher berusaha mengingatkan untuk tidak menyalahgunakan hasil temuan timnya yang sederhana ini.

Namun media langsung mengambil hasil tersebut, menyebutnya sebagai efek Mozart.
Dan pemikiran akan cepat pandai akan segera melambung!

Terdengar menarik. Ya! Tetapi pada tahun 1999, hasil penelitian itu telah secara resmi di sanggah.
Penulis laporan dalam 2 buah, yaitu Nature dan Psychological Science, tidak bisa mendapatkan hasil temuan Prof. Rauscher.

Mendengarkan Mozart, di bandingan dengan tidak, atau mendengarkan musik Philip Glass (musik yang tidak berirama dan selalu di ulang-ulang) mungkin akan mempengaruhi suasana hati pendengarnya, tetapi tidak IQ-nya.

Dalam sebuah karya ilmiah yang terkenal, Prof. Louis Hetland, dari projectZero Harvard University, memeriksa 67 penelitian atas efek Mozart yang diikuti peserta dewasa sebanyak 4.564 orang.

Dia mencatat bahwa ada sebuah efek Mozart yang tidak bertahan lama atas kemampuan spasial yang sangat terbatas (uji melipat kertas).

Namun dia menyimpulkan bahwa 'adanya efek yang tidak bertahan lama ketika musik meningkatkan kinerja spasial pada orang dewasa, tidak menyimpulkan bahwa memperdengarkan musik klasik pada anak-anak akan meningkatkan kecerdasannya, atau keberhasilan akademiknya, atau bahkan kemampuan spasialnya dalam jangka panjang.'

Lalu, bagaimana kita berangkat dari penemuan Mozart yang sederhana ini bisa sampai menjadi mitos bahwa setiap bayi harus mendengarkan musik klasik untuk menstimulasi sel-sel otaknya?.. "


Nah loh.. jebul soal efek Mozart itu ternyata ga ada dalil sahihnya...
Tapi kok mitosnya ini gencar banget ya...
Taqlid buta kalik...

Contekan: Einstein Never Used Flash Cards

Thursday, August 30, 2007

Tentang Kanker Leher Rahim

Kanker leher rahim, istilah bekennya Kanker Serviks, disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV).
Seringkali penderita yang terinfeksi tidak merasakan gejalanya, sehingga tidak merasa jika mereka terinveksi HPV.

Beresiko menyerang wanita berusia 35 - 50 tahun, walau bisa juga menginveksi wanita muda usia.
Namun gejala-gejalanya baru bisa di rasakan 20-an tahun keatas...

Tanda-tanda terkena kanker ini adalah:
  1. Pendarahan setelah senggama diluar siklus haid
  2. Keputihan yang tidak khas, berbau dan encer
Saat ini sudah ada vaksin buat kanker leher rahim yang di berikan selama 3 kali:
  1. Suntikan perama dalam jangka waktu suntikan 1 sampe 2 bulan.
  2. Suntikan kedua dalam jangka waktu 6 bulan berikut.
Bagaimana pencegahan kanker serviks?

Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Papsmear
  2. Pemeriksaan tes HPV
  3. Hindari hubungan seksual di usia dini
  4. Hindari gonta ganti pasangan seks
  5. Jauhi kebiasaan buruk seperti merokok
  6. Mengkonsumsi banyak sayur yang mengandung beta karoten, Vitamin C, Vitamin E
Bisakah di sembuhkan?

Pada kasus yang sudah terlanjur parah, pengobatan di lakukan melalui terapi.
Terapi ini bisa gabungan:
  1. antara operasi + radiasi
  2. operasi dan kemoterapi
  3. radiasi dan kemoterapi
  4. oprasi saja
  5. radiasi saja
  6. kemoterapi saja
Wahhh.. duit dong tuhhh...

Sumber contekan: Koran TEMPO, Rabu 29 Agustus 2007

Monday, July 23, 2007

ASI - Bagaimana diproduksi...

Manusia tu termasuk mamalia pemakan segala. Kodratnya ya, yang wanitanya bisa menyusui bla bla bla... (baca sendiri di buku-buku ilmiyah). Dalam keadaan normal, sihat, bla bla bla.. pastilah seorang ibu yang melahirkan anaknya akan bisa menyusui. Insya Allah pasti, sebab Allah SWT tentulah tiada membiarkan sang baby merana tanpa memperoleh suplai makanan dari sang mama / emak / mother...

Dari jaman purba hingga milenia, hal itu sudah pakem. Tidak ada istilah bayi kurang makan jika sang ibu mau menyusuinya. Tidak ada istilah ASI sedikit (kurang/seret). Kenyataan yang terjadi adalah: ibu malas menyusui atau baby males menyusu (dengan berbagai alasan baik yg bisa di maklumi ataupun terpaksa harus maklum).

Lalu kenapa ada ibu2 yang ASI-nya mampet bak air dr PDAM?
Ya jelaslah... "kendi"-nya dianggurin.
Kenapa bisa nganggur?
lha bayinya gak mao nyusu.
Kok bisa?
ya bisa, salah satunya.. ketagihan susu bubuk pabrikan.

Gini neh caranya sang otak memerintaken "tangki-tangki" sang ibu agar mengalirkan ASI buat para makhluk mungil. Nama kerennya untuk proses ini adalah refleks "let down":


  1. Pada masa hamil, Kelenjar pituitari menghasilkan prolaktin. Prolaktin ini memperbesar kelenjar2 susu.
  2. Menurunnya kadar estrogen setelah bayi lahir mengaktifkan sel produsen susu.
  3. Dengan adanya gerakan mengisap dari baby born, ujung2 saraf di puting mengirim pesan ke pituitari agar menghasilkan prolaktin n oksitosin.
  4. Oksitosin membuat otot2 kecil pd sel produsen susu berkontraksi, maka keluarlah ASI.

Nah loh... jadi intinya "kendi" harus diisep mulut bayi. No isep, no ASI.

Lah itu yang normalnya ya.. dimulai dari masa hamil dan langsung bisa menyusui. Bagaimana kalo bayi sempet gak nyusu? Tangkinya kadung mampet? dsb dsb dsb...

Maka usaha relaktasi itu solusinya.

Berapa lama toleransinya hingga bisa menyusui lagi?

Wah ya makin lama makin sulit, gitu aja.. Walopun bisa sih.

Aku baca di Info Sehat & Bugar katanya harus di stimulasi bla bla bla... baca sendiri disana ya biar aku gak nulis lagi. Capeeekkkk...

Saturday, July 21, 2007

ASI - Komponen yang terkandung di dalamnya

Tak terbantahkan, sebegitu besarnya mangpangat ASI (aer syusyu ibu) bagi kelangsungan hidup para bayi. Tidak ada yang bisa menandingi asi, begitu kata para pakar ilmiyah.
Semahal-mahalnya susu bubuk, masih lebih bagus ASI, yang murah meriah lagi geratis.
Bagi ibu-ibu yang mengalami defisit dalam per-gizi-an pun, ASI dalam tubuhnya masih lebih baik di berikan kepada bayinya daripada membeli susu di toko yang menguras budget keuangan keluarga. Bener-bener ASI tuh living liquid... aliyas darah putih kehidupan :-)

Kandungan n komposisi penyusun ASI bisa berubah-ubah dari hari ke hari dan berbeda tiap ibu yang satu dengan yang lain. Juga fisik ASI tidak sama dengan formula yang tampak kental dan putih tea. ASI, menurutku, tampak lebih encer.

Nah ini aku hunting dari beberapa bacaan yang mengulas tentang ASI, aku tulis zat apa saja yang terkandung di dalamnya. Garis besar dan perkiraannya sbb:
  1. Kurang lebih 60% Protein dadih (whey)
  2. Kurang lebih 40% protein kasein
  3. Enzim lipase
  4. Taurin
  5. AA (Arachidonic Acid)
  6. DHA (Decosahexanoic Acid)
  7. Berbagai macam antibodi (immunoglobulin, lysosum dll)
  8. Semua Vitamin (trutama A, D, E, K)
  9. Semua mineral (trutama na, zn, kalsium dll)

Untuk anak-anak selepas 6 bulan yang sudah mendapatkan makanan selain ASI, dalam setiap 500ml ASI menyuplai kira-kira 31% energi, 38% kebutuhan protein, 45% kebutuhan vitamin A, 95% kebutuhan vitamin C. Sisanya dicukupi dari makanan.

Intinya sih, apa yang diiklankan pabrik susu formula di TV sudah tersedia semua dalam ASI. Apalagi jika di dukung kondisi kesihatan ibunya yang prima, sudah pasti ASI yang di hasilkannya bermutu prima pula. Mungkin, jikalau andaikan misalnya umpama ASI dengan mutu super duper prima di perjual belikan, harganya akan lebih mahal dari susu kaleng manapun juga hehehe...